Friday, January 29, 2010

K'NaaN

When I get older, I will be stronger.
They call me freedom, Just like Waving flag.
And then it goes back...
-K'naan-
weeeew...
poin hari ini adalah sepengal kata-kata diatas_^
thanks buat tante gue yang udah ngenalin lagu ini buat gue,
hahahahaha-
asli begitu denger nih lagu, langsung merinding ngedenger makna si balik lirik.
gue ngebayangin tampang yang nyanyi gimana sih seorang "k'naan" itu..
dan siapa juga yang mengira dia adalah salah satu manusia berperawakan kulit yang terbakar, serta begeng kayak gue (bedanya dia kreatip mampus).

lagi-lagi sebuah lagu bisa jadi sumber inspirasi lagi buat terus move-on di dalam hidup gue yang fana ini,
serius niih...
gue nulis juga karena saking takjubnya liat biografi si k'naan (yang nyanyi nih lagu), mana sangka dia ternyata nggak bisa "speaking english langue" hahahaha.
gue juga bingung,
tapi...yang bikin tabjuk lagi karena dia udah pernah bikin para pejabat PBB gerah, terkeritik dengan segudang lirik yang dia alunin dalam alunan varian musik yang di namakan olehnya sebagai 'troubadoure - soul'
hahahaha, gimana nggak gerah tuh si para pengurus PBB.
masa ada orang yang istilahnya bukan siapa-siapa, cuman orang dengan sejenis tamborine di tangan, berkulit hitam + begeng pula. berani-beraninya berteriak dengan lantang di semua alunan lirik musiknya yang isinya tentang realita kehidupan rakyat bawah yang sering terlupakan oleh elit dunia yang sedang tersenyum. tanpa menghiraukan apakah kaum yang entah dianggap ada atau tidak keberdaannya tersebut cukup makan bisa tidur dengan nyenyak, atau hanya sekedar bisa bernafas dengan tenang diluar sana-

Gaya dan pengaruh
Kritikus mengatakan K'naan memiliki "suara yang sekering Bob Marley, hip-hop America yang semangat, dan puisi protes yang brilian." suaranya dan gaya telah dibandingkan dengan Eminem, tetapi subyek ini sangat berbeda. K'naan membuat musik sebagai pesan yang berbicara tentang situasi di tanah airnya di Somalia dan menyerukan untuk mengakhiri kekerasan dan pertumpahan darah.


keep movin k'naan, I'll be you fans right now.
tambah daftar seseorang yang gue anggap ciamik lagi di benak gue,
moga aja gue bisa belajar banyak dari si ciamik yang satu ini.
"ternyata warna kulit, bentuk fisik, dan entahlah apapun itu. yang seakan minus dimata kita. terkadang lebih baik dari pada seseorang dengan rupa sempurna yang kita biasa nilai dari penampilan yang terbiasa ia tunjukan"

Ceer's epery body, gue dapet 8% yang lumayan hari ini-
\(n_n')

Monday, January 25, 2010

Kemudahan = Kemalasan

pagi sobat rc point,
di mood ini gue mau mengungkapkan sebuah pengalaman yang baru aja gue alamin.
tapi lagi-lagi cerita disini akan gue samarkan dan tetep dengan ciri khas gue yah, kadang make analogi, dan terkadang nermajas campuran.

Let's cekidot-

pagi ini senin yang memuakkan (begitulah sebutan gue setiap minggu untuk hari special setelah hari minggu ini)
kenapa terasa memuakkan? yaaah lo pikirin aja deh ada apa aja di hari senin yang bikin kota jakarta ini terasa uniq f(^_^)
whatever... bukan itu yang mau gue torehin disini, tetapi lebih ke arah ada apa di dalam kehidupan yang semakin maju ini.
definisi teknologi yang katanya sekarang sedang berkembang, ternyata mempunya sisi negatif juga loh.
banyak kasus deh, contohnya seperti ini:

Dikantor gue ini merupakan kantor yang boleh di bilang cukup padat akan kesibukan (apa lagi hari senin) jobdesk sama deadline udah harga mati buat sebagian orang yang kalo diliat diatas kepalanya pasti sudah pasti ada helaian rambut yang berubah dari warna hitam menjadi putih. hee

kelengkapan komputer di kantor juga udah menjadi harga mati kan demi kelangsungan jalannya data-data penting dan MEMPERMUDAH inputan data ini-dan-itu. well... ada seorang user gue yang bilang *dengan tampang BT* "aduh ini data kok nggak di e-mail aja sih?" dan temen sebelahnya bilang "data apa si bro?" si teman sejenak melihat selembaran kertas yang berisi ratusan rentetan angka yang tertoreh dari sebuah tinta bulpoint kisaran harga 2000perak-
dan kemudian bilang: "oh ini mah wajar kale,!! udah si tinggal lo input aja"
teman gue 1: "iya tapi harusnya bisa dong dia bikin softcopy...bla-bla-bla"
temen gue 2: "eh bro, mending lo kerjain deh- jangan berasa segini aja susah. ini kan emang kerjaan lo, maunya entengnya doang tapi gaji maunya ditaikin terus. ahahahaha"
temen gue 1: "iya tau.... jujur aja gila angka sebanyak ini kan biasanya gue tinggal copas aja"
teman gue 2: "hahahaha, ketauan pemalasnya lo, dasar sarjana nggak mutu"
temen gue 1 & 2 : "Bla-bla-bla-etc"

******************
gue yang dari tadi ada di samping mereka *yang secara langusng SENGAJA nguping pembicaraan ini* sontak aja mikir kayak gini-
"Apa iya yah, makin mudah meyelesaikan sesuatu. makin malas-lah kita untuk segera dan selalu bergegas untuk menyelesaikannya--"

well- setelah beberapa pikiran yang panjang, gue sampe pada suatu kesimpulan dan pertanyaan buat diri gue pribadi-
()Apakan gue juga termasuk sebagai orang yang malas karena teknologi yang *katanya* makin canggih.
()Teknologi teryata bisa menjadi bumerang tersendiri bagi para pengguna yang salah mengartikan fungsinya



ceer's in DAMN monday (n_n')